Peran Gereja dalam Merespons Konflik Sosial yang Dialami Masyarakat Adat di Kabupaten Yahukimo Papua Pegunungan

Authors

  • Hulu Yerdin Kobak Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61132/jbpakk.v4i1.1886

Keywords:

Church, Indigenous Communities, Papua, Social Conflict, Yahukimo Mountains

Abstract

Social conflicts experienced by indigenous peoples in Yahukimo Regency, Papua Pegunungan, reveal the vulnerability of civilians due to violence, displacement, and weak protection of basic rights in situations of prolonged conflict. These conditions indicate a gap between conflict management policies and the real needs of indigenous peoples for justice, peace, and social recovery. This study aims to analyze the role of the church in responding to social conflicts experienced by indigenous peoples in Yahukimo Regency. This study was conducted using qualitative methods through a descriptive-analytical approach based on literature studies and analysis of the socio-religious context of Papua. This study confirms that the church has a strategic role as an agent of peace and a prophetic voice in defending the dignity and rights of indigenous peoples amid social conflict. The results of the study show that the church's involvement in pastoral counseling, humanitarian advocacy, and peace awareness building contributes to strengthening the social resilience of indigenous peoples. The study concludes that the role of the church needs to be directed in a more contextual and sustainable manner in order to promote fair and dignified conflict resolution. The recommendations of this study emphasize the importance of strengthening the role of the church in peace dialogue and cross-stakeholder cooperation for the social recovery of indigenous peoples in Yahukimo.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arisandi, F. (2023). Politik hukum pemerintahan daerah terhadap perlindungan hukum masyarakat hukum adat di Kabupaten Lebong (Disertasi doktoral). Fakultas Hukum, Universitas Islam Indonesia.

Giban, A. (2019). Bab III tinjauan wilayah Kabupaten Yahukimo.

Heluka, Y., Erniwati, & Halim, A. (2023). Strategi komunikasi dalam penyelesaian konflik di organisasi pelajar mahasiswa Yahukimo Papua di Kota Makassar. CORE: Journal of Communication Research, 1(2), 47–56. https://doi.org/10.47650/core.v1i2.886

Heriyanto, Y. Y. (2025). Moderasi beragama dalam perspektif etika Kristen: Menemukan titik temu dalam perbedaan. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(3), 3843–3857. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i3.19471

Hulu, A. P. T., Anggraini, D. F., & Bambangan, M. (2024). Kontribusi dan peran gereja dalam membangun solidaritas pelayanan sosial di Asia. Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese dan Pastoral, 3(2), 136–143. https://doi.org/10.55606/lumen.v3i2.464

Kabunggul, O. (2025). Tradisi bakar batu pada masyarakat Provinsi Papua Pegunungan Kabupaten Yahukimo dalam perspektif kebijakan publik. Jurnal Ilmu Administrasi Negara AsIAN, 13(1), 16–28. https://doi.org/10.47828/jianaasian.v13i1.305

Kobak, H. Y. (2025). Analisis seruan rakyat Papua atas konflik perampasan sumber daya alam di Papua: Respons solidaritas internasional dan peran Dewan HAM PBB. Edusola: Journal Education, Sociology and Law.

Kobak, H., Widia, D., & Nunung, D. S. (2025). Menyatu dalam Kristus: Menemukan kebenaran dan kedamaian melalui Kolose 3:11 dalam menanggapi diskriminasi kulit hitam di Papua. Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(8), 1402–1416. https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i8.1572

Kurita, N. (2025). Gereja GIDI desak Prabowo dan Panglima TNI hentikan operasi militer di Papua jelang Natal. Tribun Papua. https://papua.tribunnews.com/news/122011/gereja-gidi-desak-prabowo-dan-panglima-tni-hentikan-operasi-militer-di-papua-jelang-natal

Paragaye, Y. L. (2025). Peran kepala suku dalam mengantisipasi konflik sosial pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jayawijaya. https://eprints.ipdn.ac.id/24840/1/yuan%20repositori%20perbaikan.pdf

Parto, H. G., Riyanto, F. X. E. A., & Adon, M. J. (2024). Keseimbangan alam dan manusia: Menyibak nilai-nilai ekologis budaya suku Dayak Krio berdasarkan perspektif ekologi Thomas Berry. Jurnal Batavia, 1(3), 145–158. https://doi.org/10.64578/batavia.v1i3.55

Poroe, H., Pasaribu, E. H., Idayanti, E., & Poli, M. J. (2024). Motivasi pelayanan musik remaja di Gereja IFGF Jakarta menurut 1 Timotius 4:6–16. Jurnal Apokalupsis, 15(2), 203–216. https://doi.org/10.52849/apokalupsis.v15i2.146

Sanjaya, Y., Huatama, V. A., & Tafonao, T. (2024). Kepemimpinan gereja dan politik: Menggerakkan suara-suara Kristen untuk transformasi politik kontemporer. AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 103–115. https://doi.org/10.54369/ajtpk.v3i2.60

Sihombing, U. P. (2025). Pemantauan Komnas HAM atas peristiwa kekerasan terhadap guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk pada 21–22 Maret 2025 dan peristiwa penyerangan pendulang emas pada 6–9 April di Kabupaten Yahukimo. Komnas HAM. https://www.komnasham.go.id/files/20250516-keterangan-pers-nomor-23-hm-00-%24OD31D.pdf

Simbolon, A. A. P. (2025). Hak masyarakat adat atas praktik penambangan ilegal di wilayah ulayat (Studi kasus: Kampung adat Gelar Alam).

Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wetipo, R. H., & Ismail, M. G. S. (2025). Partisipasi masyarakat dalam akselerasi penerbitan kartu keluarga di Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan. Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Downloads

Published

2026-03-10

How to Cite

Hulu Yerdin Kobak. (2026). Peran Gereja dalam Merespons Konflik Sosial yang Dialami Masyarakat Adat di Kabupaten Yahukimo Papua Pegunungan. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen Dan Katolik, 4(1), 15–25. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v4i1.1886

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 

You may also start an advanced similarity search for this article.