Sinodalitas dan Diakonia Gereja Katolik dalam Menyatukan Kemajemukan di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i4.770Keywords:
Diakonia, Church, Diversity, SyinodalAbstract
This study focuses on the involvement of the Church in interpreting pluralism in Indonesia. This article describes the efforts of the Catholic Church in addressing diversity in Indonesia through two different but complementary research approaches: quantitative method using questionnaires and qualitative method involving literature review. The quantitative approach involves data collection through questionnaires distributed to various members of the Catholic Church. The numerical data generated from the questionnaires are then statistically analyzed to identify patterns, preferences, and common views related to the synodality and diakonia of the Church. Meanwhile, the qualitative approach involves in-depth analysis through literature study, encompassing an understanding of the concepts of synodality and diakonia of the Church, as well as a review of literature relevant to the Indonesian context. This article aims to provide a comprehensive insight into the role of the Catholic Church in addressing differences and promoting unity in the multicultural context of Indonesia. Thus, this article is expected to make a valuable contribution to the understanding and discussion of the challenges and potential of the synodality and diakonia of the Church in unifying diversity in Indonesia.
Downloads
References
Anggaran Dasar Dewan Pastoral Paroki Keuskupan Malang. (2007). Malang: Dioma.
Bahang, K. (2022). Paus Fransiskus dan gereja sinodal. Limen: Jurnal Agama dan Kebudayaan, 2021. http://stft-fajartimur.ac.id/jurnal/index.php/lim/article/view/137
Bartlett, J., & Jones, A. (2013). Presbiterian sinodal. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Desa, M., Pematang Serai, & Langkat Perspektif. (2022). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 9(4), 1483–1490.
Dister, N. S. (2013). Teologi sistematika: Ekonomi keselamatan. Yogyakarta: Kanisius.
Effendi, B. A., Sunarko, Y. K., Gunadha, I. B., Wujaya, K., & Tjahjadi, S. P. L. (2015). Agama dan demokratisasi: Kasus Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
Filsafat dan Teologi. (2012). Dialog interreligious, No. 1. Thn. XL. Malang: STFT.
Forum. (2016). Jurnal Ilmiah Filsafat dan Teologi, 45(1). Malang: STFT.
Gandaputra, E. (2021). Memikirkan ulang aplikasi penginjilan pribadi pada masa new normal. Saint Paul’s Review, 1(1), 29–45. https://doi.org/10.56194/spr.v1i1.4
Ilmiah-Pastoral, R. (2022). Seri mitra, 129–144.
Ipth, P., & Balewiyata Malang. (2014). Misi Kristen dan dampaknya bagi kemajemukan. 13(1), 77–89.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kardiaman, S. (2012). Dialog interreligious: Sebuah keharusan.
Komisi Karya Misioner KWI. (2018). Jurnal Misi Sawi: Sarana Karya Utusan, Membangun Kesadaran Misioner Gereja Indonesia, No. 22 – Oktober 2018. Jakarta: KWI Biro Nasional Karya Kepausan.
Moi, A. A. D. (2020). Hidup dalam hening yang kreatif. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.
Niftrik, G. C. van, & Boland, B. J. (2001). Dogmatika masa kini. Jakarta: PT Gunung Mulia.
Pamusu, V. K. (2010). Signifikansi gagasan Kristen anonim Karl Rahner terhadap konteks kemajemukan di Indonesia.
Prwatma, I. D. (n.d.). Guru sabda: Pelayan sakramen dan pemimpin jemaat. Yogyakarta: Kanisius.
Raharso, A. T., Olla, P. Y., & Yustinus. (2017). Mengabdi Tuhan dan mencintai liyan: Penghayatan agama di ruang publik yang plural. Vol. 27 Seri No. 26. STFT Widya Sasana Malang.
Riyanto, A. (2018). Relasionalitas: Filsafat fondasi interpretasi, aku, teks dan liyan. (4th ed.). Yogyakarta: Kanisius.
Saptorini, & Sari. (2021). Pelayanan pemuridan melalui video conference dalam gereja masa kini. Sekolah Tinggi Teologi Baptis Semarang, 1(1), 29–38. https://ejournal.staknkupang.ac.id/ojs/index.php/teuo
Saragih, S. E. (2019). Fungsi gereja sebagai entrepreneurship sosial dalam masyarakat majemuk. Kurios: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 5(1).
Soesilo, Y. (n.d.). Gereja dan pluralisme di Indonesia.
Suparyanto, & Rosad. (2015). No title. 5(3), 248–253.
Thuan, N. V. T., & Doni, S. (2002). Kesaksian pengharapan. Jakarta: Obor.
Trull, J. E., Carter, J. E., & Raharjo, P. N. (2012). Etika pelayan gereja: Peran moral dan tanggung jawab etis pelayan gereja. Jakarta: Gunung Mulia.
Widjaja, F. I., & Simanjuntak, F. (2022). Misi transformatif dalam potret kemajemukan di Indonesia. Jurnal Teologi Gracia Deo, 5(1), 1–11. http://www.sttbaptisjkt.ac.id/e-journal/index.php/graciadeo/article/view/111
Zaluchu, J. (2019). Gereja menghadapi arus postmodern dalam konteks Indonesia masa kini. Jurnal Geneva, 17(1), 26–41.
Zebua, K. (2018). Etika pelayanan pastoral bagi kaum muda di tengah kemajemukan dalam gereja. Jurnal Biblika-Komprehensif-Profesional, 3(1), 3–25. https://osf.io/3bwqu/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.