Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisplinan Siswa Kelas XI di SMA Kristen Palangka Raya

Authors

  • Wihelmina Everdina Mandibondibo Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
  • Sanasintani Sanasintani Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya
  • Fernando Dorothius Pongoh Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.61132/tritunggal.v3i4.1505

Keywords:

principal’s role, student discipline, educational leadership, SMA Kristen Palangka Raya, qualitative descriptive

Abstract

Student discipline is one of the key indicators of a school’s success in shaping character and creating a conducive learning environment. Discipline not only reflects compliance with school regulations but also demonstrates responsibility, honesty, orderliness, and self-control as part of character building. However, in practice, various disciplinary violations are still frequently found among students, such as lateness, failure to complete assignments, truancy, and noncompliance with school dress codes. These issues are also evident at SMA Kristen Palangka Raya, particularly among Grade XI students. Therefore, the role of the school principal as an educational leader is essential in implementing effective strategies to improve student discipline. This study aims to describe the role of the principal in enhancing student discipline among Grade XI students at SMA Kristen Palangka Raya. The research employed a qualitative descriptive method with data collected through observation, interviews, and documentation. The participants included the principal, vice principal for student affairs, teachers, and students. The findings revealed that the principal performs several roles: (1) educator, by integrating discipline values through learning activities and character-building programs; (2) manager, by organizing, planning, and implementing school regulations; (3) supervisor, by monitoring and evaluating student discipline; (4) leader, by providing direction and exemplary behavior; and (5) motivator, by giving appreciation and educational sanctions. Challenges encountered include students’ low awareness of discipline and lack of parental involvement. To overcome these obstacles, the principal builds stronger communication with parents, enforces school rules consistently, and conducts continuous character development programs.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Danim, S. (2012). Kepemimpinan pendidikan: Kepemimpinan jenius (IQ + EQ), etika, perilaku motivasional, dan mitos. Bandung: Alfabeta.

Departemen Pendidikan Nasional. (2015). Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Jakarta: Depdiknas.

Kartono, K. (2011). Pemimpin dan kepemimpinan: Apakah kepemimpinan abnormal itu? Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Maryodona, S. (2021). Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 9(2), 145–156.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2003). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2004). Menjadi kepala sekolah profesional: Dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2007). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2009). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2011). Manajemen pendidikan karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2012). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi kepala sekolah profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2015). Manajemen kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2016). Manajemen pendidikan karakter di sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2018). Implementasi kurikulum 2013 revisi: Dalam era industri 4.0. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational behavior (17th ed.). Boston, MA: Pearson Education.

Sagala, S. (2013). Kemampuan profesional guru dan tenaga kependidikan. Bandung: Alfabeta.

Sari, N. (2018). Implementasi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 56–68.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tu’u, T. (2004). Peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa. Jakarta: Grasindo.

Wahjosumidjo. (2013). Kepemimpinan kepala sekolah: Tinjauan teoritik dan permasalahannya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Wihelmina Everdina Mandibondibo, Sanasintani Sanasintani, & Fernando Dorothius Pongoh. (2025). Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kedisplinan Siswa Kelas XI di SMA Kristen Palangka Raya. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik, 3(4), 47–54. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v3i4.1505

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.