“DESA SEHAT BERDAYA” Inovasi Kesehatan & Ekonomi Lokal Berbasis Digital
DOI:
https://doi.org/10.61132/ardhi.v4i1.1869Keywords:
Cadre Empowerment, Empowered Healthy Village, MP-ASI, PHBS, Social EducationAbstract
The "Desa Sehat Berdaya: Digital-Based Health and Local Economy Innovation" program was implemented in Bulawan 2 Village to address low awareness of preventive health, Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS), and limited social education for children and adolescents on bullying, early marriage, and drug abuse (NAPZA). The goal was to improve public health through promotive-preventive interventions, enhance health cadre capacity for sustainable village programs, and increase understanding of healthy behaviors and social risks among youth. A participatory-collaborative approach was used, involving community organization, multi-party coordination, program presentation, intervention implementation, evaluation, and follow-up with health cadres, alongside simple digital media utilization. Results showed increased community participation in posyandu, healthy exercises, and free health checkups, as well as improved cadre capacity through MP-ASI training. For youth, PHBS socialization, anti-bullying, early marriage education, and NAPZA awareness enhanced understanding of healthy behaviors and social issues. Collaboration with Karang Taruna strengthened youth participation and social cohesion.
Downloads
References
Aprianti, A., Hariati, N. W., & Farhat, Y. (2025). Edukasi dan pelatihan pengolahan MP-ASI berbahan pangan lokal pada kader untuk mencegah stunting (Kelurahan Landasan Ulin Tengah). Majalah Cendekia Mengabdi, 3(1), 56–62. https://doi.org/10.63004/mcm.v3i1.510
Badan Narkotika Nasional. (2021). Survei nasional penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2021. BNN RI.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Hasil utama Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2019). Pemberdayaan masyarakat desa. Kemendes PDTT.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2020. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Profil anak Indonesia 2022. KemenPPPA.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Panduan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Kemendikbud RI.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Saputri, I. S. P. A., Rosalina, V., Puspita, S., & Fuadah, N. N. (2025). Pemberdayaan kader posyandu dalam pengendalian faktor lingkungan penyebab stunting. Masyarakat Mandiri dan Berdaya, 4(6), 297–308. https://doi.org/10.56586/mbm.v4i6.639
Tresiana, N., Duadji, N., Meutia, I. F., Krisnawati, L., Nirwanto, N., & Elizarwati, E. (2024). Membangun sekolah ramah anak berwawasan anti-bullying, anti kekerasan seksual dan anti narkoba berbasis kemitraan guna mendukung penguatan profil pelajar Pancasila dan sekolah sehat di SMAN 9 Bandarlampung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 8(1), 23–28. https://doi.org/10.23960/jss.v8i1.470
UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021: On my mind—Promoting, protecting and caring for children’s mental health. UNICEF.
World Bank. (2016). Village law and village development in Indonesia: Lessons learned from implementation. World Bank.
World Health Organization. (2017). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): Guidance to support country implementation. WHO.
World Health Organization. (2019). Guideline: Counselling of women to improve breastfeeding practices. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


