Stigma Layanan Konseling Sekolah pada Remaja Pengguna Aktif Platform Kesehatan Mental Digital
DOI:
https://doi.org/10.61132/tritunggal.v4i1.1866Keywords:
Adolescents, Digital Mental Health, Goffman's Theory, School Counseling Services, StigmaAbstract
This study examines the paradoxical phenomenon among adolescents who actively consume mental health content on digital platforms such as Instagram and TikTok but are reluctant to utilize freely available school counseling services. The research aims to identify specific forms of stigma that hinder adolescents from utilizing school counseling services and analyze them using Erving Goffman's stigma theory. The research method employs a qualitative approach with a library research design, analyzing various scientific literature published from 2013-2025 through content analysis techniques. The research findings reveal six main forms of stigma: perception of school counselors as school police, labeling as troubled students, sign of personal weakness, doubts about confidentiality, distrust in counselor competence, and traumatic experiences. The paradox occurs because digital platforms provide anonymity that protects adolescents' virtual social identity, while face-to-face counseling services are perceived as threatening their social identity. Research implications indicate the need for transformation of school counseling services that integrate digital strategies, ongoing campaigns to change negative perceptions, and enhancement of counselor competence in understanding adolescent digital culture to reduce stigma and improve adolescent access to professional mental health services.
Downloads
References
Amalina, N. N., Hafizah, R., Sabelah, T. I., Novirson, R., & Puriani, R. A. (2025). Dampak media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Analysis, 3(2), 184–190.
Anggoro, L. S. (2025). Media sosial dan identitas diri: Dampaknya terhadap kesehatan mental remaja di era digital. Jurnal Psikologi Insight, 9(1), 1–10.
Arbia, A., & Sugitanata, A. (2024). Integrasi teori stigma Erving Goffman terhadap keadilan sosial bagi “good looking” dan diskriminasi untuk “bad looking.” Jurnal Darussalam: Pemikiran Hukum Tata Negara dan Perbandingan Mazhab, 4(1), 110–124. https://doi.org/10.59259/jd.v4i1.125
Arikunto, S. (2004). Prosedur penelitian. Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dalimunte, Y. P., & Hasibuan, A. D. (2023). Mengubah stigma negatif peserta didik terhadap guru bimbingan konseling melalui layanan informasi di MTs N 1 Labuhanbatu. Cakrawala: Jurnal Pendidikan, 17(1), 42–51. https://doi.org/10.24905/cakrawala.v17i1.367
Dayanti, F., & Legowo, M. (2021). Stigma dan kriminalitas: Studi kasus stigma dusun begal di Bangkalan Madura. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 5(2), 277–291. https://doi.org/10.38043/jids.v5i2.3202
Fitriana, A. S. (2025). Pentingnya pendekatan konseling humanistik dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa. JBK Jurnal Bimbingan Konseling, 3(2), 51–57.
Hidayanto, S., Syafrina, A. E., & Imaddudin, I. (2024). Bijak bermedia sosial untuk stabilitas kesehatan mental remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 4(4).
Ismah, I. (2022). Menarik minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling Islami di sekolah menggunakan layanan informasi dengan teknik modelling. Jurnal Konseling Gusjigang, 2(1), 107–178. https://doi.org/10.24176/jkg.v2i1.550
Kristiani, R., Ardani, A., Kristofani, A., Alverina, C., Fiona, D., & Andrea, Z. (2021). Program intervensi layanan bimbingan konseling melalui kampanye media sosial Instagram untuk siswa-siswi SMA X Jakarta. JKI (Jurnal Konseling Indonesia), 6(2), 34–40.
Mudjijanti, F. (2015). Minat siswa memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah ditinjau dari persepsi siswa tentang layanan konseling dan konselor. Widya Warta, 39(1), 118–132.
Muksin, N. N., Koto, R. Z., Agustin, T., & Arbiansyah, A. (2024, November). Pengaruh media sosial TikTok (@sundarindah) dalam menyebarkan video edukasi terhadap kesehatan mental remaja. Dalam Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ.
Prastiti, T., Sugiyo, S., & Saraswati, S. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat siswa memanfaatkan layanan konseling perorangan. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 2(4), 43–49.
Purnomo, A., Huda, M. A., Agnesti, S. A. D., & Fathoni, T. (2025). Mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan peserta didik sebagai solusi bimbingan konseling di sekolah. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 5(2), 140–148. https://doi.org/10.37680/almikraj.v5i2.6288
Sabrina, S. N., Amaliah, Z. V., & Aliyyah, R. R. (2024). Layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Karimah Tauhid, 3(9), 9905–9919. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i9.14599
Septiana, R., & Briandana, R. (2024). Identitas diri dan isu kesehatan mental: Interpretasi remaja terhadap konten podcast. Jurnal Visi Komunikasi, 23(1), 81–101. https://doi.org/10.22441/visikom.v23i01.25263
Sugiyono. (2012). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian bisnis: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Alfabeta.
Tasidjawa, A., Sialana, F., & Lambiombir, H. (2025). Pola penggunaan media Facebook dan TikTok dalam konteks kesehatan mental remaja pada siswa kelas IX SMP Negeri 9 Ambon. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 2238–2247. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.731
Trinugraha, Y. H., Saputro, R., & Yuhastina, Y. (2023). Proses stigmatisasi pada pengikut penghayat kepercayaan pelajar Kawruh Jiwo di Kota Surakarta: Kajian teori stigma Erving Goffman. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 93–111. https://doi.org/10.30738/sosio.v9i1.14172
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


