Pengaruh Meminta dan Memberi Maaf terhadap Kesehatan Jiwa dan Raga

Authors

  • Zul Efendi Sekolah Tinggi Sains Dwi Farma Bukittinggi
  • Ananda Farhan Sekolah Tinggi Sains Dwi Farma Bukittinggi
  • Erlina Erlina SDI M. Djamil Djambek Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.61132/jbpai.v4i3.2134

Keywords:

Individual Forgiveness, Mental Health, Negative Emosi, Physical Health, Quality of Life

Abstract

Forgiveness, both in the form of asking for and granting forgiveness, plays an important role in maintaining individuals’ psychological and physical well-being. In social life, individuals are inseparable from conflicts that can trigger negative emotions such as anger, hatred, and disappointment, which, if not properly managed, may affect mental and physical health. This study aims to analyze the effect of asking for and granting forgiveness on mental and physical health. The research employs a qualitative approach using a literature review method by examining various relevant scientific sources related to forgiveness and health. The findings indicate that forgiveness contributes significantly to reducing negative emotions, lowering stress levels, and improving psychological well-being. In addition, forgiveness also has a positive impact on physical health, particularly in stabilizing physiological conditions influenced by stress responses. Individuals who are able to forgive tend to have better emotional control, healthier social relationships, and an overall improved quality of life. Therefore, forgiveness is not only a moral or social act but also an important psychological mechanism in maintaining holistic health.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aziz, R., Wahyuni, E.N. and Wargadinata, W. (2017) “Kontribusi bersyukur dan memaafkan dalam mengembangkan kesehatan mental di tempat kerja,” INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 2(1), pp. 33–43.

Khair, M., Surawan, S. and Razali, N.H. (2025) “Memaafkan sebagai faktor penguat kesehatan mental mahasiswa PAI angkatan 22: Tinjauan psikologis,” Cakrawala: Journal of Religious Studies and Global Society, 2(1), pp. 125–133.

Khasan, M. (2017) “Perspektif Islam dan psikologi tentang pemaafan,” Jurnal At-Taqaddum, 9(1), pp. 69–73.

Larasati, D.A. and Widyastuti, T. (2020) “Pengembangan skala pemaafan diri (self-forgiveness),” Acta Psychologia, 1(1), pp. 1–10.

Lubis, N., Sofiyani, S. and Junaedi, E.C. (2022) “Penentuan Kualitas Madu Ditinjau dari Kadar Sukrosa dengan Metode Luff Schoorl,” J. Sains Kes., 4(3).

Lubis, N.S.J. et al. (2023) “Pemaafan dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa Yogyakarta,” Indonesian Journal of Psychological Studies, 1(1), pp. 12–22.

Mustary, E. (2021) “Pemaafan dan kesejahteraan psikologis individu,” Indonesian Journal of Islamic Counseling, 3(2), pp. 70–76.

Nashori, F. (2011) “Meningkatkan kualitas hidup dengan pemaafan,” Unisia, 33(75), pp. 210–220.

Nihayah, U., Putri, S.A. and Hidayat, R. (2021) “Konsep memaafkan dalam psikologi positif,” Indonesian Journal of Counseling and Development, 3(2), pp. 108–119.

Rahmah, H. (2017) “Penerapan aspek kesejahteraan psikologis dan pemaafan dalam membentuk kesehatan mental,” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 11(24), pp. 55–64.

Rahmah, S.A. and Uyun, Q. (2024) “Efektivitas terapi pemaafan dalam meningkatkan kesehatan mental,” Proceedings Ar-Raniry International Conference on Psychology, pp. 1–10.

Wulandari, R. and Megawati, E. (2020) ‘Pemaafan dan pengendalian emosi dalam kehidupan sosial’, Jurnal Psikologi Konseling, 16(1), pp. 45–53.

Sari, D.P. and Fauziah, N. (2018) ‘Pengaruh pemaafan terhadap psychological well-being pada mahasiswa’, Jurnal Empati, 7(3), pp. 274–281.

Mustofa, A. (2019) ‘Hubungan pemaafan dengan kesehatan mental pada remaja’, Jurnal Psikologi Islam, 6(2), pp. 85–94.

Amalia, H.P., Setyowati, T., Purwanto, A., Indojacmiko, I. and Lestari, S. (2021) ‘Pelatihan pemaafan untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif wanita korban KDRT’, Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(1), pp. 44–50.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Zul Efendi, Ananda Farhan, & Erlina Erlina. (2026). Pengaruh Meminta dan Memberi Maaf terhadap Kesehatan Jiwa dan Raga. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 4(3), 208–217. https://doi.org/10.61132/jbpai.v4i3.2134

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.