Pemaknaan Penderitaan Kristen Berdasarkan 1 Petrus 4:12–14: Studi Teologis dan Refleksi Kontekstual pada Jemaat Gereja Segala Bangsa Patumbak

Authors

  • Demson Sagala Sarjana Teologi, STT Misi William Carey Medan
  • Elda Buana Gurning Sarjana Teologi, STT Misi William Carey Medan
  • Ester Octavia Panjaitan Sarjana Teologi, STT Misi William Carey Medan
  • Lisbet Parulian Sarjana Teologi, STT Misi William Carey Medan
  • Kogilambal Sarjana Teologi, STT Misi William Carey Medan
  • David Mariepan Sarjana Teologi, STT Misi William Carey Medan

DOI:

https://doi.org/10.61132/tritunggal.v4i3.2170

Keywords:

1 Peter 4:12–14, Christian Identity, Gesba Patumbak, Suffering, Theology Of Suffering

Abstract

Penderitaan merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang percaya, tetapi dalam praktik kehidupan bergereja sering dipahami sebagai tanda kegagalan iman, hukuman Allah, atau akibat kurangnya kerohanian. Pemahaman tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara makna teologis penderitaan menurut Alkitab dan pemahaman yang berkembang di kalangan jemaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna teologis penderitaan berdasarkan 1 Petrus 4:12–14 serta mengkaji pemaknaan penderitaan oleh jemaat Gereja Segala Bangsa (GESBA) Patumbak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif melalui analisis eksegetis terhadap teks 1 Petrus 4:12–14 yang dipadukan dengan wawancara terhadap jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitaan dalam perspektif 1 Petrus dipahami sebagai bagian normatif dari identitas orang percaya, bentuk partisipasi dalam penderitaan Kristus, sarana pemurnian iman, serta dasar pengharapan akan kemuliaan yang akan dinyatakan. Sementara itu, temuan lapangan menunjukkan bahwa jemaat umumnya memaknai penderitaan sebagai ujian iman, teguran Tuhan, proses pembentukan rohani, pengalaman sementara menuju pertolongan Allah, dan situasi yang memerlukan dukungan komunitas gereja. Meskipun terdapat kesesuaian pada aspek ujian iman dan pembentukan rohani, masih ditemukan kesenjangan dalam pemahaman mengenai penderitaan sebagai partisipasi dalam Kristus, sumber sukacita, dan ekspresi identitas iman Kristen. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan pengajaran teologi penderitaan yang bersifat alkitabiah, reflektif, dan kontekstual agar jemaat memiliki pemahaman yang lebih utuh dalam menghadapi penderitaan sebagai bagian dari kehidupan iman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achenbach, Reinhard. Kamus Ibrani-Indonesia: Perjanjian Lama. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2012.

Badjie, S. D., & Manalu, A. (2025). Dialog Budaya Dan Teologi Menuju Pendidikan Kristen Yang Transformatif. HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(2), 76-98.

Barclay, William. The Letters of James and Peter. Edinburgh: Saint Andrew Press, 1976.

Butar-Butar, M. “Respon Intoleransi Beragama Berdasarkan 1 Petrus 4:12–14.” Manna Rafflesia 12, no. 1 (2025): 160–174.

Chia, P. S. “Living Hope and Tested Faith: A Structural and Syntactical Analysis of 1 Peter 1:1–8.” Indonesian Journal of Religious 8, no. 1 (2025): 23–37.

du Plessis, A. L. “Hope in the Context of Suffering and Injustice: A Contextual Pastoral Response Based on 1 Peter 1:13–25.” Verbum et Ecclesia 46, no. 1 (2025).

Elliott, John H. 1 Peter: A New Translation with Introduction and Commentary. New Haven: Yale University Press, 2000.

Grudem, Wayne A. 1 Peter: An Introduction and Commentary. Leicester: InterVarsity Press, 1988.

Hiebert, D. Edmond. 1 Peter. Greenville, SC: Bob Jones University Press, 1992.

Jobes, Karen H. 1 Peter. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2005.

Manik, E. N., Manalu, A., & Mariepan, D. (2026). Gereja Memperkuat Kesatuan dalam Pluralisme: Konsep Kesatuan Diferensial sebagai Respons Eklesiologis terhadap Pluralisme Paradigmatik. HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 7(1), 1-15.

McKnight, Scot. 1 Peter. Grand Rapids, MI: Zondervan, 1996.

Morris, Leon. The Cross in the New Testament. Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1965.

Purba, L. A. S., Manalu, A., & Sinaga, H. S. (2026). Penelaahan Alkitab sebagai Prediktor Pertumbuhan Iman Siswa Kristen di SMKN 2 Tapung Hilir Kabupaten Kampar. Sukacita: Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 3(3), 136-148.

Schreiner, Thomas R. 1, 2 Peter, Jude. Nashville, TN: B&H Publishing Group, 2003.

Sihombing, M. L., Tarigan, A. E., Tarigan, M., Pangaribuan, H., & Manalu, A. (2026). Reconciliation Through Bearing Another's Debt: an Exegetical Study of Philemon 1: 17–19 and its Implications for the Contemporary Church. International Journal of Christian Education and Philosophical Inquiry, 3(3), 37-46.

Sitorus, K. A., Badjie, S. D., Saragih, M., Manalu, A., & Surbakti, T. (2026). Pengaruh Pemuridan terhadap Kedewasaan Rohani Jemaat di Gereja Penyebaran Injil Shalom Belawan. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 3(3), 111-123.

Sugiono. “Ketahanan Rohani dalam Wajah Persekusi: Studi Teologis tentang Teologi Penderitaan dalam 1 Petrus 4:12–14 dan Implikasinya bagi Umat Kristiani Era Kontemporer.” Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia 5, no. 3 (2025).

Supriadi, M. N., dan I. K. Halawa. “Makna Penderitaan Kristus dalam 1 Petrus 2:18–21.” Manna Rafflesia 5, no. 1 (2020): 69–91.

Wiersbe, Warren W. Be Hopeful (1 Peter). Colorado Springs, CO: David C. Cook, 2009.

Downloads

Published

2026-08-26

How to Cite

Demson Sagala, Elda Buana Gurning, Ester Octavia Panjaitan, Lisbet Parulian, Kogilambal, & David Mariepan. (2026). Pemaknaan Penderitaan Kristen Berdasarkan 1 Petrus 4:12–14: Studi Teologis dan Refleksi Kontekstual pada Jemaat Gereja Segala Bangsa Patumbak. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Katolik, 4(3), 104–118. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v4i3.2170

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.